Hearty Service Trainer

Tips Melayani Anak di Rumah

 Beberapa pekan terakhir ini Bang Jarwo hadir di rumah saya. Ia selalu menemani kami baik di meja makan, di meja belajar anak-anak, di ruang keluarga, bahkan di atas tempat tidur. Anda kenal dengan Bang Jarwo? Jika ada yang belum kenal ijinkan saya atas nama beliau memperkenalkan pada anda semua.

Bang Jarwo hanyalah seorang pengangguran yang bekerja serabutan. Secara fisik, bang Jarwo tidak tinggi, namun badannya cukup besar. Sering menggunakan kaca mata hitam dan selalu bepergian menggunakan motor. Eitss…jangan trus menerka-nerka atau memelototi orang disekitar saya yah hehe… Bang Jarwo yang saya maksud disini adalah salah satu tokoh dalam film animasi anak-anak buatan Indonesia “Adit dan Sopo Jarwo”.

Pada liburan sekolah akhir tahun lalu, anak saya yang sulung yang kelas 6 SD memang saya perbolehkan main tablet yang merupakan hadiah saat dia khitan. (Tab anak saya ini memang kami perlakukan seperti kerisnya orang Jawa, boleh keluarnya hanya saat-saat tertentu hehe..) Alhasil, ia dan adiknya kerjaannya mendownload hal-hal yang ia sukai selama hampir dua pekan. Paling banyak adalah film animasi Adit dan Sopo Jarwo, disamping beberapa video lagu barat yang konon sering ia dengar di sekolah.

Namun yang paling sering diputar adalah Adit dan Sopo Jarwo. Saya sampai hafal beberapa episodenya. Mulai “Jarwo Curang, Adit Menang”, “Ada Madun, Jarwo Manyun”; “Motor Baru Bikin Haru”; “Kursus Masak Bikin Semua Sesak”; “Service Antena Bikin Terlena”; “Cherrybelle Datang, Bang Jarwo Senang”, dmbl (*dan masih banyak lagi hehe..).

Saking seringnya diputar, alhasil percakapan dalam film tersebut sering ditirukan dalam kehidupan sehari-hari. Misal saat mengucap kata ‘Alhamdulillah’, mereka berdua sering menggunakan logat bang Sopo – teman bang Jarwo- “Alhamdulillah bos”. Kadang saat saya meminta mereka untuk makan atau segera mandi, reaksi mereka pun dibuat mirip yang ada dalam film itu “Sekarang, bos?”

Melihat mereka begitu gembira dengan hal itu, saya jadi teringat perumpamaan yang pernah disampaikan dalam tulisan Gurunda Jamil Azzaini. Ketika anak ibarat ikan, dan orang tua ibarat pemancing, maka mata kail harus diisi dengan cacing –makanan kesukaan ikan-. Bukan diisi dengan tahu –makanan kesukaan kami hehe-. Maka ketika melihat bang Jarwo adalah ‘cacing’ buat kedua ‘ikan’ kami, saya dan suami pun sepakat ikut tenggelam bersama mereka dalam ‘kehangatan bang Jarwo’. Kami mulai menghafal percakapan dan reaksi yang diberikan. Anda tahu hasilnya?

Menyuruh mereka mandi, makan, atau apa saja jadi sangat mudah. Ketika mereka bilang

“Sekarang, Bos?”

Saya tinggal menjawab “Nanti, habis musim rambutan” ala bang Jarwo.

Mereka pun tertawa. “Ya sekarang lah…”.

Dulu menyuruh mereka mandi atau makan saat mereka masih asyik dengan permainannya, seringkali dijawab dengan alasan. Ada saja rayuan mereka untuk mendapat perpanjangan waktu bermain. Kini meskipun saya menyuruh saat masih asyik bermain, mereka seolah-olah menemukan permainan baru dengan saya. Minimal permainan percakapan yang ada dalam film animasi favorit mereka.

Jadi, jika ingin berhasil ‘memancing’, cari cacing kesukaan ikan Anda. Try, this. It works!

1 Comment

  1. 07/04/2017    

    terimakasih tips nya, ini bekal untuk sya yg blm punya anak hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Featured Articles

welcome

Wives Only! Klo mau wikenmu lebih indah Mulailah dengan senyum terbaik saat nanti menyambut Continue Reading→

5-Poin-Penting-Service-Excellence-a-la-Otoritas-Bandara

5 Poin Penting Service Excellence a la Otoritas Bandara* Case: Pesawat Delay 1. Keluhan itu muncul Continue Reading→

salah-itu-biasa

Yang luar biasa adalah mengakui kesalahan lalu memperbaikinya Karena butuh kerendahan hati dan Continue Reading→

What They Say

Follow Me