Hearty Service Trainer

Refreshing yuk…

Image courtesy of wallconvert.com

Image courtesy of wallconvert.com

Jiwa manusia itu ibarat balon. Jika dia terus diberi tekanan dia akan meletus. Artinya jika manusia terus-menerus mendapat tekanan, stress, dia bisa mengalami gangguan jiwa. Karenanya, kita perlu memiliki kemampuan untuk mengetahui kapan saatnya kita butuh me-release tekanan itu. Rutinitas pekerjaan bisa membawa kita kepada titik jenuh. Menghadapi customer dengan berbagai karakternya juga bisa memberikan tekanan tersendiri bagi jiwa kita.

Saat kondisi jiwa kita lelah, maka fisik kita pun akan lebih cepat lelah. Pada saat Anda mengerjakan sesuatu dengan kondisi jiwa yang lelah, maka tubuh Anda juga akan cepat lelah sehingga apa pun pekerjaan yang Anda lakukan menjadi tidak maksimal. Saat kita merasa batas sabar kita sudah sangat tipis (meski sabar sebenarnya tak berbatas hehe…), itulah saat terbaik memutuskan untuk melakukan refreshing.

Refreshing berasal dari dua kata re (kembali) dan fresh (segar). Ini adalah aktivitas yang diharapkan bisa mengembalikan kita pada kondisi terbaik kita. Ada yang mengidentikkan refreshing dengan rekreasi. Menikmati pemandangan elok di pegunungan. Memanjakan paru-paru kita dengan udaranya yang segar minim polusi. Memandang hijau-hijauan yang secara kesehatan sangat bagus untuk penglihatan.

Mengagumi keindahan laut dengan garis fatamorgana yang menyentuh kaki langit adalah alternatif klasik berikutnya. Merasakan semilir angin laut. Menyaksikan gulungan ombak. Atau berpetualang mencari kerang. Semua bertujuan memanjakan tubuh yang telah sekian lama terbelenggu aktivitas yang itu-itu saja.

Namun refreshing tidak melulu harus bepergian ke gunung atau laut yang perjalanannya sendiri bisa memberikan tekanan baru pada kondisi fisik. Refreshing juga berarti menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang kita sukai (me time). Misalnya menonton film kesayangan, mencuci mata dengan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, meluapkan semua emosi dengan berteriak-teriak di tempat karaoke, duduk meditasi a la yoga atau sekadar tidur seharian tanpa aktifitas yang memberatkan.

Refreshing juga bisa dalam bentuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang Anda cintai, mendengarkan celoteh anak-anak yang bermain di sekitar tempat tinggal Anda, menelusuri kembali tempat-tempat penuh memori dengan pasangan Anda, atau berjalan-jalan pagi sambil berbincang dengan mereka yang telah berusia senja.

Apapun pilihan Anda, pastikan pilihan aktivitas Anda untuk refreshing adalah aktivitas yang positif. Yaitu aktivitas yang tidak menimbulkan dampak negatif pada akhirnya. Karena ada orang yang memilih melampiaskan stress-nya dengan cara yang akhirnya melipatgandakan tingkat stressnya. Mabuk atau mengkonsumsi narkoba, misalnya.

Bijaklah dalam menentukan cara refreshing Anda. Dan kembalilah ke tempat kerja dalam kondisi jauh lebih baik. Lebih siap untuk memberi manfaat kepada siapa pun yang membutuhkan pelayanan Anda.

1 Comment

  1. 22/07/2018    

    refereshing juga bisa juga dengan menjalani hobi kita
    heee
    bener gak??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What They Say

Follow Me