Hearty Service Trainer

Manusia Lebah vs Manusia Lalat

Image courtesy of gregoriussuhartoyo.deviantart.comartFlying-Bee 180732975

Image courtesy of gregoriussuhartoyo.deviantart.comartFlying-Bee 180732975

Pernahkah Anda mendengar tentang perumpamaan manusia yang diibaratkan seperti lebah dan lalat? Dalam bukunya “Belajarlah Kepada Lebah dan Lalat”, K.H. Agoes Ali Masyhuri, yang akrab disapa dengan Gus Ali menjelaskan panjang lebar mengenai pelajaran yang bisa kita ambil dari dua binatang yang sama-sama serangga ini.

Ada perbedaan yang mencolok dari dua jenis serangga ini. Dalam kehidupannya, lebah dikenal sangat selektif sedangkan lalat sebaliknya. Pada saat membuat sarang, lebah akan memilih tempat di dahan-dahan pohon tinggi atau di lubang-lubang pohon. Bahan yang digunakan untuk membangun sarangnya pun  dipilih dari bahan yang didapat dari bunga. Bentuknya dibuat persegi enam, yang ternyata menurut pakar teknologi arsitek, bentuk segi enam lebih kuat dari pada bentuk segi empat dan tidak memakan banyak tempat. Sementara lalat dikenal sebagai serangga yang hidup seenaknya dan tidak memiliki sarang yang tetap.

Dalam hal mencari makan lebah juga selektif. Ia hanya makan sari bunga. Ketika mengambil sari bunga, lebah sama sekali tidak merusak atau merugikan bunga. Bahkan bunga diuntungkan dengan proses penyerbukan yang dilakukan oleh lebah sehingga bunga bisa berbuah dengan sempurna.   Sementara yang dilakukan lalat pada saat mencari makan, ia akan menjulurkan mulutnya yang jika diperhatikan dengan seksama, akan terlihat suatu tabung yang ujungnya seperti vacuum cleaner. Apa saja yang ada di depannya dimakan, tak peduli baik atau buruk. Ketika bertemu sampah, ia akan hinggap disana dan memakannya. Ketika bertemu dengan kue atau makanan lain ia pun akan memakannya. Pokoknya apa saja dimakan oleh lalat.

Lebah banyak menebar manfaat. Ia menghasilkan madu yang mengandung obat yang menyembuhkan penyakit dan menyehatkan badan. Bahkan menurut pakar kedokteran, sengatan lebah dapat menyembuhkan penyakit. Lalat sebaliknya. Setiap makanan yang dihinggapi lalat mengandung bakteri penyakit yang merugikan manusia. Sehubungan dengan hal ini, Rasulullah bersabda:

“Jika lalat jatuh ke dalam tempat minum salah seorang dari kalian, maka hendaklah ia mencelupkannya, lalu membuangnya. Karena salah satu sayapnya mengandung penyakit, dan sayap yang lain mengandung obat”

-Hadits Riwayat Al-Bukhari

Manusia yang diibaratkan seperti lebah adalah manusia yang sangat selektif dalam hidupnya sehingga ia mampu menebar banyak manfat kepada sekitarnya. Jika lebah selektif dalam memilih makanannya, manusia harus selektif memilih pikirannya. Lho koq pikirannya? Iya, karena pikiran adalah makanan bagi jiwa manusia yang nantinya akan berpengaruh kepada kualitas hati.

Lebah meskipun ia berada di area pembuangan sampah atau di lingkungan yang kumuh, ia mampu menemukan bunga dan hanya akan memakan sari bunga. Ia tak akan keliru hinggap di sampah atau kotoran lain dan memakannya. Demikian pula manusia ‘lebah’. Ketika ia berurusan dengan orang lain, ia akan senantiasa berfokus pada kebaikan orang lain. Meskipun ia berurusan dengan orang yang tidak baik, ia akan senantiasa bisa mencari kebaikan orang tersebut. Ia tidak akan terjebak pada pencarian kelemahan orang lain.

Sebaik-baik orang ada keburukannya (kelemahannya), seburuk-buruk orang pasti ada kebaikannya (kelebihannya).”

Sebaliknya, manusia ‘lalat’ cenderung lebih suka berkutat dengan ‘kotoran’. Mereka lebih suka berfokus dalam mencari kelemahan orang lain, mencari-cari kesalahan orang lain dan mempergunjingkannya. Meskipun ia berada diantara orang-orang baik, manusia ‘lalat’ seringkali menyebarkan bakteri penyakit berupa pikirann-pikiran buruk mengenai orang lain. Manusia ‘lalat’ tidak selektif dalam memilih makanan bagi jiwanya. Mereka tidak memilih pikiran yang menjadi makanan bagi jiwanya. Marilah terus menjadi manusia lebah dan tebar manfaat…

1 Comment

  1. 12/11/2018    

    hahaaa artikelnya kreenn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What They Say

Follow Me