Hearty Service Trainer

Lembah Sabun

Image courtesy of inmagine.com

Image courtesy of inmagine.com

Khas para ibu-ibu, saya punya rutinitas wajib yang ga boleh ditinggalkan setiap Jumat pagi. Membaca koran! Ini tentunya diluar kewajiban lain seperti mandi dan keramas hehe… Setiap Jumat koran langganan saya selalu memuat iklan dari berbagai supermarket dan minimarket ternama. Isinya, tentu saja perang diskon.

Jumat kemarin, saya kehabisan stok minyak goreng. Saya pun memelototi beragam iklan dari supermarket dan minimarket. Ternyata hanya ada satu minimarket yang menggeber diskon untuk minyak goreng. Senangnya saya karena tak perlu jauh-jauh pergi ke supermarket besar. Minimarket yang memberi diskon minyak goreng ini banyak terdapat di sekitar tempat tinggal saya. Yah, dua brand minimarket yang terkenal itu memang tampaknya sudah menipis etika bisnisnya. Mereka seringkali berlokasi berhadapan langsung dengan kompetitornya dan berjarak cukup dekat bahkan dengan sister company-nya sendiri.

Setelah mengambil 2 bungkus minyak goreng yang saya rasa cukup untuk bertahan hingga akhir bulan ini, saya pun antri di kasir. Saat antri di depan kasir saya mendapati dua pembeli di depan saya terlibat adu mulut.

“Loh, mbak dapet darimana sabun s*klin itu?” si ibu yang dikeranjangnya sudah ada 5 sabun yang dimaksud heran pembeli yang antri di belakangnya memiliki 1 sabun yang sama.

“Di rak sana” kata si mbak menunjuk area sabun.

“Perasaan tadi sudah kuambil semua. Sudah ga ada lagi. Dan sebenarnya saya masih kurang. Mbak ambil yang lain ya. Yang ini saya beli sekalian”

Percekcokan pun tak terhindarkan. Si mbak tidak mau memberikan 1 sabun yang telah ia ambil, sementara si ibu merasa ia yang lebih dulu datang dan masih kurang. Karena itu menurutnya semua stok sabun yang ada adalah haknya.

Saya tak mengikuti akhir dari perdebatan itu. Saya memilih pindah ke sister company minimarket ini yang berjarak hanya sekitar 300 meter saja. Di sinilah saya tahu akar permasalahan dua wanita tadi. Ternyata yang mereka perebutkan adalah sabun cuci baju yang memang sedang diskon besar. Sabun cair yang harga normalnya seharga 15 ribuan itu dijual hanya dengan harga 10.500.

Saya pun teringat akan sebuah hadits, “Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” Astaghfirullah, ternyata tak harus ‘lembah emas’. ‘Lembah sabun’ pun juga bisa menjadikan manusia serakah dan kikir.

Serakah dan kikir adalah penyakit hati. Serakah menjadikan manusia menginginkan lebih banyak tanpa peduli apakah cara yang ditempuhnya benar atau salah. Kikir menjadikan manusia tak mau berbagi dengan orang lain meskipun ia sudah memiliki banyak. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari dua penyakit hati ini.

 

Follow me: @a_mayangsari

a_mayangsari.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What They Say

Follow Me