Hearty Service Trainer

I hate Monday!

ihatemonday

ihatemonday

I hate Monday! Kalimat yang lazim terdengar bahkan jadi status beberapa orang di hari Senin. Senin adalah hari terberat dalam sepekan karena mereka harus mengakhiri liburan. Weits, bahkan ada yang sudah lebih awal merasakan ‘hate’ ini. Mereka bilang: The worst thing about Sunday is knowing that tomorrow is Monday: Hal terburuk di hari Minggu adalah karena esoknya adalah Senin. Memang setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan sepanjang weekday, siapapun ingin relax dan istirahat saat weekend. Bahkan sebenarnya kebutuhan untuk relax dan istirahat ini diperlukan disetiap penghujung hari.

Mereka yang tak bekerja kantoran pun merasakan hal yang sama. Seorang ibu rumah tangga yang harus menyelesaikan tumpukan pekerjaan rumah, pelajar atau mahasiswa yang menempuh ujian, atau siapapun yang melewati harinya dengan segudang aktivitas tentu menginginkan penyeimbang di penghujung harinya. Istirahat kemudian menjadi hal penting untuk bisa recharge energi dan memulihkan stamina.

Tubuh yang lelah memang tak akan siap dan tak mampu bekerja dengan baik. Karenanya berbagai hal dilakukan untuk memanjakan tubuh yang lelah. Ada yang memilih tidur yang lama, pijat, sauna, yoga atau treatment tubuh lain yang terus berkembang dengan berbagai terobosan dan inovasinya.

Namun bagaimana dengan jiwa yang lelah? Tekanan pekerjaan dan interaksi dengan orang lain memungkinkan kita mengalami emosi negatif seperti marah, khawatir, jenuh, bete dan ketidakseimbangan emosi lainnya. Jiwa yang lelah ini lah yang menimbulkan ketidaksukaan pada hari Senin. Bukankah tubuh sudah istirahat di akhir pekan? Maka, I hate Monday! Bukan disebabkan tubuh yang lelah, tapi disebabkan jiwa yang lelah.

Belum banyak dari kita yang memperlakukan jiwa kita sama dengan tubuh kita. Jiwa yang lelah pun perlu diperhatikan. Pemulihan keseimbangan emosi kemudian menjadi sama pentingnya dengan pemulihan stamina fisik dan kesehatan tubuh lainnya. Memang gejala ketidakseimbangan emosi atau kelelahan jiwa sering kali tak tampak awalnya. Seperti mudah tersinggung, terlalu khawatir akan hal-hal kecil, kurang perhatian pada keluarga, teman dan pekerjaan, dll.

Pertanyaannya, adakah cara untuk memulihkan keseimbangan emosi dan memanjakan jiwa yang lelah? Berikut lima langkah sederhana yang dikembangkan oleh sejumlah ilmuwan peneliti keseimbangan emosi:

  1. Kenali saat kita merasa terganggu, tidak nyaman, tertekan, tidak suka, atau saat rasa emosi negatif lainnya hadir dalam jiwa.
  2. Sadari bahwa bukan emosi ini yang menjadikan jiwa kita lelah, namun karena kita terlalu menganggap perasaan itu (emosi negatif) penting. Kita terlalu memperhatikannya.
  3. Tariklah perasaan positif seperti cinta, perhatian atau kebanggaan terhadap sesuatu. Bisa rasa cinta pada pasangan, rasa bangga terhadap anak-anak kita atau perhatian terhadap burung, kucing atau bunga anggrek kesayangan di rumah.
  4. Biarkan emosi positif yang hadir itu membahana beberapa saat dalam jiwa kita. Biarkan gemanya mengalahkan berbagai bibit emosi negatif yang sempat menyelinap dalam dada.
  5. Rasakan hasilnya. Bercerminlah di kaca. Pasti wajah Anda lebih ceria dan siap melanjutkan hari penuh makna.

Lakukan langkah ini tiap hari. Terutama pada saat emosi negatif hadir dalam jiwa. Lakukan juga pada penghujung hari jelang tidur Anda. Inilah muhasabah sederhana yang bisa sehatkan jiwa. Kini apapun harinya, Anda tahu bagaimana harus memulai, melewati dan mengakhirinya. I love everyday!

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What They Say

Follow Me